Thursday, April 19, 2007

Lidah Silet...

Jatuh cinta - udah pasti bikin badan melayang, pikiran dan body endang berdendang....
Jatuh benci - .... aduh, bukan alang kepalang susah'nya ngendali'in...
Pengen njotos, pengen bilang , "heh, loe juga ngga' sempurna, kalo ngga' bisa dibilang jelek"



Gue rada percaya ama "body chemistry" yang terjalin antar persona
Untuk orang yang berusaha ngga'superstitious", gue sering telan kenyataan kalo ada orang-orang yang gue struggle banget untuk "tidak benci" walaupun udah pasti ngga gue cintai



Orang ini - Missy, lagi hamil gede, lagi manja-manja'nya nganggep diri ratu se'alam semesta...
Yang ngomong apa aja boleh, yang super cute dengan ke'kasaran kata dan suara...



Kemaren kita ngebahas mengenai struktur organisasi yang "flat", dan dia mulai nguring-nguring soal jenjang karir... Soal ngga' kelihatan kalo ada "career opportunity" (..."ngga' mungkin khan gue ke Corporate ???"....), Banyak orang yang akan exodus (..."kalo ngga' ada kenaikan jenjang karir, untuk apa lama-lama, pasti banyak yang akan keluar"....)



Ahhhh, adakah gunanya njelasin bahwa dengan struktur organisasi "flat" yang akan ngangkat kita bukan "job title" tapi kontribusi yang accelerated, untuk orang yang butuh prestige semu, bisakah kita jelaskan bahwa yang penting adalah "isi otak" bukan "huruf mentereng di kartu nama... Syulit....



Ketimbang ikutan jadi bodoh, gue relakan saja doi tetap bodoh... dan semakin frustrasi dengan struktur yang udah ada saat ini, paling juga doi ngga' akan keluar, dimana lagi ada kerjaan sales zonder kudu jualan dengan banting tulang....

Just Another Person........



Saat ku mencintai seseorang, pastinya ku ingin semua perasaan tercurah padanya semata dan sebaliknya, dengan kadar yang sepenuh mungkin....

Saat ku merasa - bisa jadi perasaan ini salah atau benar - bahwa semua pernik "rasa" yang terkumpul dalam "cinta" itu ternyata juga buat orang lain, .... bagaimana ....

Kecemburuan yang sama, kata-kata yang sama, desah suara lirih yang sama, rinyai tawa yang sama, kelegaan untuk bersama yang sama, pesan perpisahan yang sama....

Apa yang membuat "rasa" itu berbeda - saat dia bersama ku ?
Apa yang membuat ku "berbeda" ?
Apa yang membuat waktu bersama "berbeda" ?

Bila semua pernik rasa itu tercurah -juga- pada yang lain, siapa bisa memastikan bahwa "rasa" itu juga "berbeda" ?

Cuma kata-kata
kata-kata
kata-kata....

Lalu, untuk apa semua tumpahan rasa yang ku miliki untuknya...
Bila semua rasa itu telah terberi oleh yang lain
Untuk apa ku disana
Menjadi pemberi untuk sesuatu yang sudah dimiliki
Ketersiaan,
Dalam garis lurus yang tak mungkin bersimpang

Mungkin ini saat untuk diam
Dan menyadari, mencintai memiliki banyak sisi
Termasuk membiarkannya pergi
Bersikap seakan rasa (ku) ini tak berarti